Kenapa Blog Saya Ditolak Google Adsense? [Berbagi Pengalaman]

kenapa ditolak adsense

Banyak blogger di Indonesia ingin diterima oleh Google Adsense.

…entah Adsense Hosted atau pun Non-hosted.

Tapi, permohonan mereka sering ditolak Google Adsense.

Kira-kira kenapa blog mereka bisa ditolak Google Adsense?

Padahal, (katanya) konten mereka sudah berkualitas, panjangnya 2500++ kata, SEO friendly, dan trafficnya tinggi.

Oke, mari kita cari tau alasannya.

Kok Blog Saya Ditolak Adsense Sih?

Sejauh ini, saya mendapatkan 4 e-mail penolakan dan semuanya hampir sama.

(Bisa saya bedakan menjadi 2 jenis)

1 jenis e-mail sudah saya bahas di artikel Pengalaman: Tertolak Google Adsense.

…dan yang kedua seperti ini.

alasan kenapa ditolak adsense

Rasanya memang tidak sesenang mendapatkan e-mail ini…

kenapa tertolak adsense terus

Tapi dengan saya mendapatkan e-mail penolakan, saya merasa semakin dekat dengan tujuan.

Paling tidak tau lah, beberapa yang ‘dilarang’ sama adsense.

1. Membahas Hal yang Sudah Umum

kenapa blog ditolak adsense?

Saya mengamati, banyak blogger yang mendaftar Adsense menggunakan blog yang nichenya sudah umum.

Mereka terlalu tidak berani untuk mengambil niche yang mereka sukai, padahal peluang di niche itu masih terbuka lebar.

2. Memuat Konten Dewasa, Judi, dan Kekerasan

Blogger: Jangan melanggar kebijakan

Niche blog yang bagus untuk Adsense adalah niche blog yang Anda kuasai.

Tetapi ingat aturan ini:

Dalam kebijakan Adsense sudah disebutkan bahwa blog tidak boleh membahayakan keselamatan keluarga.

Adsense menganggap konten dewasa, perjudian, dan kekerasan mampu membahayakan keluarga Anda.

Jadi kalau “blog dewasa” sudah jelas ditolak Google Adsense.

Khusus konten perjudian, ada sedikit penjabaran dari Adsense.

3. Menautkan Konten Berhak Cipta

Blog saya tertolak adsense karena hak cipta?

Adsense sangat menjunjung tinggi hasil karya seseorang.

Jadi, jika blog Anda memuat konten berhak cipta, Anda tidak bisa dengan mudah diterima Adsense.

Anda harus jujur, Anda harus memberikan link rujukan pada isi konten yang diambil dari sumber di luar blog.

(Tapi pada banyak kasus, itu juga tidak menjamin diterima Adsense.)

Sehingga, untuk amannya, usahakan Anda menggunakan gambar bebas lisensi pada waktu mendaftar Adsense.

…dan jangan memasukkan video apapun yang berbau hak cipta.

4. Menyediakan Download/Key License Software

blog download ditolak adsense

Seperti halnya poin ketiga, Adsense juga tidak menyetujui blog download.

Alasannya, mereka melanggar hak cipta.

Selain blog download, mereka juga menolak blog yang berbagi key license software.

Ini sesuai dengan kebijakan Google Adsense

5. Pada saat Review, Iklan Tampil di Halaman Minim Kata

artikel minim kata ditolak adsense

Adsense sangat menjunjung tinggi User Experience.

Jadi tak ayal, Adsense menolak iklannya ditampilkan di halaman minim kata.

Selain merugikan pengiklan, ini juga merugikan pembaca karena jumlah iklan lebih banyak ketimbang isi konten.

6. Navigasi Sulit

navigasi sulit mempersulit mendaftar adsense

Navigasi blog sulit bisa terlihat dari mudah tidaknya pembaca menjelajahi situs Anda.

Coba sekali-kali Anda memposisikan diri sebagai pembaca, apa Anda bisa menjelajahi situs Anda secara mudah atau tidak.

Jika tidak, Anda harus segera memperbaikinya.

7. Umur Anda Kurang dari 18 Tahun

belum umur 18 tahun

Untuk syarat 1 ini adalah keharusan.

Jika umur Anda kurang dari 18 tahun, Anda harus bersabar.

Kalau dah ngebet ingin mendapat penghasilan, Anda bisa mencari bisnis online yang lain dulu sambil meningkatkan traffic.

Karena jika traffic blog masih kecil sama saja, tidak dapat apa-apa.

8. Barang Palsu

penipuan

Adsense tidak suka Anda menipu pengunjung.

Penipuan ini biasanya adalah tidak sesuainya judul konten dengan isi konten.

Adsense juga tidak suka berita HOAX yang menimbulkan keresahan.

9. Pernah/Ikut Traffic Exchange/Generator

pertukaran traffic tidak boleh

Jika Anda pernah mengikuti program traffic exchange, Anda patut waspada.

Mungkin Anda ditolak karena hal ini.

Adsense ingin para publishernya main bersih supaya kepercayaan pengiklan tidak jatuh.

Bonus

Referensi lebih lanjut baca:

  1. Konten terlarang
  2. Konten khusus dewasa
  3. Pelanggaran hak cipta
  4. Kebijakan tentang hak cipta

Semangat!

Adsense melakukan itu semua untuk menjaga kepercayaan pengiklan dan publisher mereka.

Karena mereka memiliki standarnya sendiri, Anda sebagai pemilik situs harus memenuhi kriteria mereka.

Jangan seperti orang lain yang terus saja melakukan kesalahan yang sama, lagi dan lagi.

Bagaimana?

Mari berbagi melalui kolom komentar di bawah.

Terima kasih.

15 komentar di “Kenapa Blog Saya Ditolak Google Adsense? [Berbagi Pengalaman]

  1. fendi waloyo says:

    Membalas dari komentar atas. Mengapa harus buat blog dengan email baru? Bukannya jika buat blog di email lama, trus pakai email lain untuk mendaftar adsense juga bisa.

  2. Yosua Herbi Pradika says:

    Pertanyaan bagus mas…

    Kalau merasa pernah ikut traffic exchange tapi tidak tau dapat backlink dari link yang mana, lebih baik membuat e-mail baru + blog baru daripada salah disavow.

    Tapi kalau kasusnya bukan traffic exchange, memakai email lama untuk blog dan memakai email lain untuk mendaftar adsense tidak masalah.

  3. fendi waloyo says:

    Topiknya agak melenceng sedikit mas. Adsense bisa didaftarkan lebih cepat (tanpa menunggu selama 6 Bulan) dengan domain TLD. Apakah .id juga termasuk dalam domain TLD yg bisa digunakan? Saya baca artikel di blog sebelah, disitu menjelaskan kalau .id termasuk country TLD.

  4. Punakawanku says:

    Dulu saat saya sering ditolak, penyebabnya adalah saya sering otak atik template. Padahal aslinya kan gak boleh. Jadi google menganggap blog saya belum rampung. Belum siap untuk di monetize karena belum fiks 100%

  5. Mustika says:

    Mas, saya juga mendapat penolakan yang sama, jangan menempatkan iklan di laman yang di buat otomatis, maksudnya apa mas?

    Trus, kita kan harus meletakkan kode iklan di laman yang berkualitas, apa itu berarti kpde iklan harus di tempatkan per artikel bukan di template blog?

  6. Yosua Herbi Pradika says:

    Cara yang dilakukan sudah benar.

    Yang dimaksudkan dengan menempatkan iklan pada laman yang dibuat otomatis adalah iklan milik Anda, Anda tempelkan pada laman yang kontennya tidak ditulis langsung oleh manusia (blog-blog AGC).

    Sedangkan laman yang berkualitas adalah halaman yang memiliki nilai guna. Ada trafficnya.

    Jika tidak melakukan AGC, berarti problemnya di traffic. Tidak perlu tinggi trafficnya, yang penting saat mereka mereview, situsnya ada yang mengunjungi.

  7. Yosua Herbi Pradika says:

    Sebenarnya email yang dikirimkan Adsense ke mas itu sudah menjelaskan banyak hal soal penolakan ini. Tapi memang, mas perlu berpikir untuk mengatasinya.

    Saran saya, jika mas memakai template yang sekarang, coba pakai page break di setiap kontennya. Biar Homepage tidak terlalu panjang. Selain itu banyak gambar-gambar yang kemungkinan besar berlisensi seperti poster film. Usahakan sebelum daftar jangan ada media yang berlisensi, nanti kalau sudah diterima mau pakai media yang berlisensi tidak apa-apa asalkan bukan download-dowload.

    • Herbi says:

      Tetap tunggu. Kita tidak bisa berbuat banyak kecuali tetap mengurus blog entah dengan menambah artikel atau promosi.

  8. Permana Bella says:

    Mau tanya mas, blog saya banyak mengandung gambar berlisensi, tapi selalu saya pakaikan link hak cipta di captionnya.

    Untuk kasus ini, apa saya harus hapus-hapusi gambar berlisensi tsb atau saya ganti dulu dengan gambar bebas lisensi ?

    Karena gambarnya termasuk penting sebagai penunjang isi artikel

    • Herbi says:

      Tidak perlu menghapus sebenarnya kalau tujuannya bukan mendaftar Google Adsense.

      Namun karena untuk mendaftar Adsense, kemungkinan besar akan memiliki efek karena memakai gambar-gambar itu termasuk pelanggaran hak cipta. Jadi diganti saja dengan gambar bebas lisensi atau gambar hasil jepret sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *