Keyword Mapping: Konsep Pemetaan Kata Kunci yang Sering Dilupakan

Pernahkah Anda mendengar istilah keyword mapping?

Secara sederhana, keyword mapping adalah penataan keyword-keyword di dalam sebuah website.

Hal ini erat kaitannya dengan relevansi antar artikel di dalam website.

Penjabaran lengkapnya silakan simak konten berikut ini.

0. Pemahaman Dasar Keyword Mapping

Relevansi yang dibahas di sini adalah relevansi antar halaman.

Mari kita lihat dulu sebuah contoh:

Konsep relevansi
Gambar 1
Relevansi
Gambar 2

 

Menurut Anda, lebih baik gambar 1 atau gambar 2?

Gambar 1 adalah potongan konten tentang contoh kalimat simpleks dan gambar 2 tentang masalah paskibraka.

Kalau Anda jeli, pasti Anda menganggap bahwa gambar 1 itu salah.

Anda benar, artikel cara membuat blog tidak ada relevansinya dengan artikel contoh penulisan kalimat simpleks. Berbeda dengan gambar 2, gambar 2 membahas masalah paskibraka dan internal link yang diberikan menuju ke halaman label Paskibraka.

Jadi, secara sederhana, konsep dasar keyword mapping adalah internal link maupun eksternal link dari sebuah halaman ke halaman lain yang sesuai dan saling berhubungan satu sama lain.

1. Menggunakan Internal Link

Internal link di sini terbagi dalam 2 jalur, yaitu:

  1. Antara konten pilar dengan konten biasa
  2. Antara konten biasa dengan konten biasa

Anda harus merencanakan dengan sangat matang untuk masalah yang satu ini karena mempengaruhi struktur website.

Seperti contoh di atas, jangan berikan link kepada halaman yang tidak ada relevansinya.

Tidak usah jauh-jauh berpikir algoritma, pencari informasi contoh penulisan kalimat simpleks tidak akan tertarik mengunjungi artikel cara membuat blog karena dia tidak butuh artikel itu. Mungkin yang mereka butuhkan adalah hal-hal teknis penulisan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

2. Mengatur Konten Pilar

Berkaitan dengan poin satu, konten pilar ini dijadikan tujuan backlink dan internal link yang dilakukan nantinya.

Konten pilar bisa berupa konten biasa, tag, maupun label yang menjadi sumber rujukan dan tujuan sebuah link.

Contohnya seperti halaman label paskibraka sebagai halaman rujukan permasalahan Paskibraka pada Gambar 2 di atas.

Contoh lainnya, bisa dilihat melalui gambar di bawah ini.

Hasil keyword mapping

Gambar di atas, adalah hasil kerja keyword mapping di Search Engine Google.

Kalau boleh jujur, hal ini akan sangat dipermudah jika Anda menggunakan CMS seperti WordPress karena Anda bisa mengatur deskripsi dan hal-hal lain yang berkaitan dengan on page SEO halaman.

3. Melakukan Link Building

Konsepnya, Anda meningkatkan posisi konten pilar itu dengan menyiram backlink berkualitas secara berkala dan terus memproduksi konten-konten rujukan yang sesuai dengan konten pilar itu.

Maka Search Engine dengan algoritma cerdasnya menganggap bahwa konten pilar itulah konten yang paling penting di antara konten-konten biasa dengan keyword yang hampir sama.

Jika konten pilar sudah naik, maka konten-konten yang terhubung dengan internal link tadi juga akan terbantu naik trafficnya secara perlahan.

Sederhananya begitu.

Jika masih ada kekurangan dan masih merasa belum optimal, Anda bisa mengatur kembali konten pilar yang telah dibuat.

Tertarik dengan Cara Ini?

Cara ini sangat powerfull untuk website-website Indonesia sekarang ini.

Apalagi sekarang Google sudah semakin pintar.

Apabila Anda berhasil dengan cara di atas, Anda bisa membagikan artikel ini dan jika Anda masih bingung, Anda bisa bertanya lewat komentar.

Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *