Pedoman Penulisan Huruf Kapital (Besar) yang Benar sesuai PUEBI

Huruf kapital

Huruf kapital adalah abjad atau huruf besar yang biasanya digunakan sebagai huruf pertama pada awal kalimat. Huruf kapital bisa berbentuk sama dengan huruf kecil seperti c, i, j, k, m, o, p, s, u, v, w, x, y, dan z. Namun juga bisa berbeda bentuknya seperti huruf kapital a, b, d, e, f, g, h, l, n, q, r, dan t.

Huruf kapital juga sering disebut sebagai huruf gede, huruf balok, aksara kapital.

Dalam penulisannya, ternyata masih banyak orang sering melakukan kesalahan dalam penulisan huruf kapital pada sebuah artikel alias tidak sesuai dengan kaidah penulisan huruf itu.

Dan yang menarik, mereka tidak menyadari berbagai macam kesalahan penggunaan huruf kapitalnya.

(Entah cara atau aturan penulisannya yang mereka tidak tau.)

Jika artikel itu hanya untuk dinikmati sendiri maka tidak masalah.

Namun, bagaimana jika untuk menyebarluaskan tulisannya? Jelas beda cerita.

Sekadar mengingatkan, gaya bahasa boleh santai namun kata-kata yang dituliskan harus sesuai dengan ketentuan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia/PUEBI (dulu Ejaan Yang Disempurnakan/EYD).

Selain untuk belajar menulis dengan benar, penggunaan huruf kapital yang tepat akan memperjelas maksud tulisan.

Memiliki nilai guna banget kan?

Sudah siap belajar menulis huruf kapital dengan benar?

Penggunaan Huruf Kapital secara Umum

Penggunaan huruf kapital yang sederhana

1. Huruf Pertama Kalimat

Aturan yang pertama, pakailah huruf kapital atau huruf besar sebagai huruf pertama pada kata pertama pada awal sebuah kalimat.

Contoh pemakaian:

  • Aturan-Aturan Permainan atau Laws of the Game (LOTG) adalah aturan terkodifikasi yang membantu memahami tata cara permainan sepak bola.
  • Galah bersambung itu cukup panjang untuk menjolok mangga.
  • Dimensi Penggunaan adalah dimensi yang digunakan untuk mengukur kemampuan penggunaan aktual produk dan jasa keuangan, antara lain terkait keteraturan, frekuensi dan lama penggunaan.
  • Huruf I (besar) atau i (kecil) adalah huruf ke-9 dalam alfabet Latin.
  • Apa saja perbaikan gedung yang perlu dilakukan?
  • Ejaan yang Disempurnakan (EYD) adalah kumpulan aturan tata tulis dalam bahasa Indonesia, mulai dari penulisan huruf, kata, frasa, kalimat, tanda baca, huruf kapital, dan lain-lain.
  • Metode ilmiah adalah set metodologi dan teknik keilmuan yang berupaya untuk mencari atau merevisi pengetahuan baru dengan sistem ketat investigasi fenomena.
  • Sementara itu, untuk mendukung dan menggenjot wisatawan asing ke Indonesia, PT Angkasa Pura II menyambut kedatangan wisatawan mancanegara pertama di tahun 2017 di Bandara Soekarno Hatta (Soeta), Tangerang, Banten.
  • Gunung Merapi adalah gunung api yang masih aktif hingga sekarang ini.
  • Kota Surabaya adalah kota terbesar kedua setelah DKI Jakarta yang merupakan ibukota negara Indonesia.

2. Huruf Pertama Kalimat Langsung

Pakailah huruf kapital atau huruf besar sebagai huruf pertama pada kata pertama sebuah kalimat langsung.

Banyak orang tidak tau, setelah tanda petik huruf besar atau kecil?

Setelah tanda petik pembuka dalam petikan langsung, huruf pertama harus menggunakan huruf kapital.

Contoh penggunaan:

  • Ayah berkata,”Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang harus dipakai oleh semua instansi pemerintahan se-Indonesia. Kita harus menggunakannya dengan benar.”
  • Ibu bertanya,”Apakah yang dikatakan orang itu benar? Carilah kebenarannya beritanya di rumah sakit dan puskesmas terdekat.”
  • Akhirnya mereka berhasil menaklukkan gunung itu,” katanya.
  • Sejak diundangkannya Permendikbud itu, peluncurannya saya pikir, kalau sudah diluncurkan tahun 2015 enggak usah peluncuran lagi karena itu sudah resmi juga. Tinggal sosialisasi dan dilaksanakan,” kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Dadang Sunendar tentang PUEBI (pengganti EYD).
  • Pak Anton menasehati guru honorer itu, “Sabar, Pak. Masih ada tahun depan.”
  • Orang itu menjelaskan kepada ibu rumah tangga di sana,”Sosrobahu adalah teknik kontruksi yang mengandalkan perputaran engsel yang dipasang antara ujung tiang pancang dengan kepala tiang atau biasa disebut pier head. Teknologi ini sudah diakui dunia internasional.”

3. Keagamaan

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama pada kata dan/atau ungkapan yang ada hubungannya dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk juga di dalamnya kata ganti untuk Tuhan.

Contoh penulisan:

  • Kristen, Alkitab, Yesus
  • Islam, Quran, Masjid
  • Hindu, Weda
  • Allah
  • Dewa
  • Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Esa, Yang Mahabesar
  • Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.
  • Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.

Ingat….

Jangan pakai huruf kapital pada kata-kata. Contohnya: imam, puasa, kebaktian, misa, ibadah, salat.

Contoh pemakaiannya adalah Ayah kebaktian di Gereja setiap hari Minggu bukan hari Senin.

Penulisan Huruf Kapital pada Diri Seseorang

Penulisan huruf kapital

4. Gelar Kehormatan

Poin A

Cara penulisan nama, gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan adalah dengan memakai huruf kapital sebagai huruf pertama yang diikuti dengan nama orang.

Contoh penulisan nama gelar:

  • Pangeran Antasari
  • Sultan Hasanuddin
  • Haji Agus Salim
  • Raden Ayu Maharani
  • Imam Syafii
  • Doktor Rajiman
  • Mahaputra Yamin
  • Nabi Elia
  • Agung Pramono, S.H
  • Ardiansyah, M.Hum

Poin B

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama dalam penulisan nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.

Contohnya:

  • Ayah baru saja diangkat menjadi seorang sultan.
  • Pada tahun ini ayahnya pergi naik haji.
  • Ilmunya belum seberapa, tetapi lagaknya sudah seperti kiai.

Poin C

Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan yang dipakai dalam kalimat sapaan.

Misalnya:

  • Selamat datang di Indonesia, Yang Mulia.
  • Semoga berbahagia, Sultan.
  • Terima kasih, Kiai.
  • Selamat siang, Dokter.
  • Silakan duduk, Prof.
  • Mohon izin, Mayor.

5. Jabatan

Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan nama jabatan yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu.

Contoh penggunaan:

  • Wakil Presiden Adam Malik
  • Perdana Menteri Theresa May
  • Profesor Deden Rukmana
  • Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri
  • Proklamator Republik Indonesia (Soekarno-Hatta)
  • Gubernur Provinsi Sulawesi Utara
  • Bupati Banyuwangi
  • Kepala Desa Karanganyar
  • Marsekal Hadi Tjahjanto

Catatan: Penulisan yang benar adalah provinsi bukan propinsi.

Poin B

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya.

Contoh pemakaian yang benar:

  • Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia.
  • Dekret mengangkat Soeprijadi sebagai Panglima Besar TKR, namun ia tidak muncul, dan kepala staff Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo ditetapkan sebagai pemimpin sementara.
  • Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
  • Rapat itu dipimpin langsung oleh Camat Sukamaju.

Poin C

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama dalam penulisan nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat tertentu.

Contoh penggunaannya:

  • Inspektur dua polisi memiliki tanda pangkat balok emas satu, setara dengan letnan dua TNI.
  • Menjadi panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama, ia secara luas terus dihormati di Indonesia.
  • Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal.
  • Sebutkan dua saja pangkat setelah letnan!

6. Nama Orang

Poin A

Penulisan nama orang yang benar adalah dengan memakai huruf kapital sebagai huruf pertama di setiap kata.

Contoh penulisan:

  • Dewi Sartika
  • André-Marie Ampère
  • Wage Rudolf Supratman
  • Dewa Setiawan
  • Mujair Efendy
  • Jenderal Besar Abdul Haris Nasution
  • Rudolf Diesel

Catatan:

(1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada,

  • de, van, dan der (dalam nama Belanda)
  • von (dalam nama Jerman)
  • da (dalam nama Portugal).

Contoh pemakaian:

  • J.J de Hollander
  • J.P. van Bruggen
  • H. van der Giessen
  • Otto von Bismarck
  • Vasco da Gama

(2) Dalam nama orang tertentu, huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata yang bermakna ‘anak dari’, seperti bin, binti, dan boru, atau huruf pertama kata tugas.

Contoh penulisan:

  • Abdul Rahman bin Zaini
  • Ibrahim bin Adham
  • Indani boru Sitompul
  • Siti Fatimah binti Salim
  • Ayam Jantan dari Timur
  • Mutiara Hitam dari Selatan
  • Zaitun binti Zainal

Poin B

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

Contoh penggunaan:

  • 40 J/K atau JK-1 –> 40 Joule per Kelvin
  • 40 N –> 40 Newton

Poin C

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

Contoh penerapan:

  • Mesin diesel
  • Ikan mujair
  • 100 volt
  • 50 ampere

7. Singkatan Gelar, Pangkat, dan Sapaan

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama diri seseorang.

Contoh singkatan nama orang:

  • Dr. Handoko –> Doktor Handoko
  • Ani Sulastri, S.E. –> Ani Sulastri, Sarjana Ekonomi
  • S.H. –> Sarjana Hukum
  • S.S. –> Sarjana Sastra
  • S.K.M. –> Sarjana Kesehatan Masyarakat
  • S.Kp. –> Sarjana Keperawatan
  • M.A. –> Master of Arts
  • M.Hum. –> Magister Humaniora
  • M.Si. = Magister Sains
  • Prof. –> Profesor
  • K.H. –> Kiai Haji
  • Hj. –> Hajah
  • Mgr. –> Monseigneur
  • Pdt. = Pendeta
  • Dg. = Daeng
  • Dt. = Datuk
  • R.A. = Raden Ayu
  • St. = Sutan
  • Tb. = Tubagus
  • Tn. Handoko –> Tuan Handoko
  • Bpk. Anton –> Bapak Anton
  • Ny. –> Nyonya
  • Kapolri Tito Karnavian –> Kepala Kepolisian Republik Indonesia Tito Karnavian
  • Sdri. Novia –> Saudari Novia
  • Sdr. Didik –> Saudara Didik

Untuk lebih lengkapnya, silakan buka pedoman penulisan singkatan dan akronim.

8. Kekerabatan

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan dalam pengacuan atau penyapaan.

Contoh penulisan:

  • Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
  • Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
  • Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Kota Jakarta.
  • Ketua RT di sini adalah Bapak Firman.
  • Banyak wanita ingin menjadi seorang model seperti kakakku.
  • Yang manakah adikmu itu?
  • Paman dan bibiku memiliki toko di Bandung.

9. Kata Sapaan (Penting)

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan.

Contoh penggunaan:

  • Sudahkah Anda tahu dimana penempatan Anda setelah ini?
  • Siapa nama Anda, pak?
  • Apakah Anda membawa syarat-syarat yang diperlukan?
  • Surat Anda telah kami terima dengan baik.
  • Ayo pergi bersama saya ke Pasar Senen.
  • Kapan Anda berkunjung ke hotel dan mengapa tidak mengabari saya dulu?

Aturan Penggunaan Huruf Kapital untuk Kepentingan Negara

Penggunaan huruf kapital yang benar secara monumental

10. Kebangsaan

Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.

Contohnya:

  • Bangsa India
  • Suku Bugis
  • Bahasa Jawa
  • Suku Dayak

Poin B

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan (biasanya berada di tengah kalimat).

Misalnya:

  • Pengindonesiaan kata asing
  • Keinggris-inggrisan
  • Kebarat-baratan

11. Lembaga Negara

Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, dan untuk.

Contoh penggunaan:

  • Republik Indonesia
  • Departemen Keuangan
  • Ikatan Dokter Gigi Indonesia
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat
  • Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
  • Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2001
  • Perserikatan Negara-Negara Asia Tenggara
  • Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak
  • Universitas Padjajaran
  • Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sukoharjo
  • Kraton Kasunanan Surakarta

Poin B

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi.

Contoh pemakaian:

  • Beberapa badan hukum
  • Kerja sama antara pemerintah dan rakyat
  • Menjadi sebuah republik
  • Menurut undang-undang yang berlaku
  • Berikut adalah daftar negara-negara yang ada saat ini.

Catatan:

Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu, misalnya Indonesia, huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital.

Contoh penulisan yang benar:

  • Pemberian gaji bulan ke-13 sudah disetujui Pemerintah.
  • Tahun ini Departemen Keuangan sedang menelaah masalah itu.
  • Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur Utama se-Jawa Barat.

12. Nama-nama Resmi

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan atau teks.

Contoh penulisan:

  • Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Rancangan Undang-Undang Kepegawaian
  • Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial
  • Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan

Aturan Penulisan Huruf Kapital pada Hal-hal di Sekitar Kita

Huruf kapital penggunaan

13. Waktu dan Peringatan

Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan nama hari, tanggal, bulan, tahun, dan hari raya.

Contoh penulisannya:

  • Tarikh Masehi, tahun Hijriah
  • Bulan Januari, bulan Ramadhan, bulan Juni
  • Hari Pahlawan, hari Sumpah Pemuda, hari Kemerdekaan
  • Minggu, 25 Januari 2000
  • Hari Sabtu
  • Hari Paskah, hari Nyepi, hari Lebaran, hari Natal, hari Idul Fitri
  • Abad kesebelas, abad ke-11, abad XI
  • Abad keenam belas, abad ke-16, abad XVI
  • Abad ke-21 atau abad XXI tidak ada abad keduapuluhsatu beserta variasinya
  • 1960-an

Poin B

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan unsur-unsur nama peristiwa sejarah.

Contoh pemakaiannya:

  • Perang Bubat
  • Konferensi Inter Indonesia
  • Perang Dunia I
  • Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Poin C

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama.

Contoh penggunaannya:

  • Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.
  • Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia ke-2.

14. Karya Tulis (Sering Lupa)

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.

Contoh penulisan judul yang benar sesuai EYD (sekarang PUEBI):

  • Saya telah membaca buku berjudul Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma, isinya sangat indah.
  • Bacalah majalah kenamaan berjudul Bahasa dan Sastra.
  • Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.
  • Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”.
  • Definisi Basis Data adalah buku yang harus dicari oleh mahasiswa informatika.

Penempatan Huruf Kapital Terkait Tempat

Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan unsur-unsur nama diri geografi (tempat).

Contoh penerapannya:

  • Banyuwangi, Cirebon, Tangerang
  • Asia Selatan
  • Malaysia, Singapura, Kamboja,
    Filipina
  • Eropa
  • Jawa Tengah
  • Jabodetabek

Poin B

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi.

Contohnya yang benar:

  • Bukit Bintang, Gunung Tengger, Gunung Bromo, Gunung Salak
  • Danau Bedugul
  • Dataran Tinggi Dieng, Pegunungan Alpen, Gunung Kidul
  • Jalan Diponegoro, Jalan Raya Sambung, Gang Blusuk, Jalan Tol Cipali
  • Jazirah Arab
  • Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan
  • Ngarai Sianok, Lembah Hijau
  • Kabupaten Magetan, Kota Semarang, Kabupaten Gunungkidul
  • Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat
  • Desa Delik, Kelurahan Gajahan
  • Sungai Bengawan Solo, Sungai Brantas, Sungai Hulu, Sungai Progo
  • Tanjung Harapan, Teluk Jakarta, Selat Sunda
  • Terusan Suez, Pantai Parangtritis

Contoh poin A dan B:

  • Selat Bali adalah selat yang menghubungkan Pulau Jawa (Provinsi Jawa Timur) dengan Pulau Bali.
  • Kecamatan Geyer adalah kecamatan terluas se-Kabupaten Grobogan yang terdiri dari 13 desa.
  • Banjarsari adalah kecamatan terluas se-Kota Surakarta (Solo) yang terdiri dari 13 kelurahan.

Catatan: Penggunaan huruf kapital pada arah mata angin perlu memperhatikan konteks kalimatnya.

Contohnya: Jawa Barat terletak di sebelah barat provinsi Jawa Tengah.

Penggunaan Huruf Kapital yang Paling Sering Ditanyakan

Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya. Kalau dijabarkan bisa jadi sebuah susunan kata blablabla khas lalala.

Misalnya:

  • Ukiran Jepara
  • Pempek Palembang, lumpia Semarang, dodol Garut
  • Tari Melayu, tari Saman, tari Kecak
  • Sarung Mandar
  • Asinan Bogor, kacang Bogor
  • Sate Nangka, sate Mak Ajad

Catatan: mengenai kata “tari” lihat contoh di bawah ini.
Acara ini dimulai dengan tari-tarian yang dimainkan oleh pemuda setempat.

Poin B

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografi.

Contoh penggunaan:

  • Berlayar ke teluk
  • Menyeberangi selat
  • Mandi di sungai
  • Berenang di Danau Toba

Kalimat terakhir harus menggunakan huruf kapital karena diikuti nama geografi.

Poin C

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis. Biasanya ada pada nama buah, makanan, dan hewan.

Contoh penulisan:

  • Kunci inggris
  • Harimau sumatera, jalak bali, kucing persiah
  • Petai cina
  • Pisang ambon, jeruk bali, apel malang, nangka belanda
  • Bika ambon
  • Gula jawa

Contoh berikut bukan nama jenis.

  • Dia mengoleksi batik Cirebon, batik Yogyakarta, batik Pekalongan, batik Solo, dan batik Madura.
  • Selain film Hongkong, perusahaan itu juga akan mengomentari film India, film Korea, dan film Jepang.
  • Murid-murid sekolah dasar itu menampilkan tarian Sumatra Utara, tarian Kalimantan Utara, dan tarian Sulawesi Barat di hadapan kepala sekolah dari berbagai daerah.

Mari Belajar Huruf Kapital!

Nah, itulah cara penulisan huruf kapital yang benar menurut EYD (sekarang PUEBI).

16 aturan penulisan huruf kapital itu kerap dilupakan oleh banyak orang padahal sangat menentukan mudah tidaknya kalimat dipahami oleh pembaca.

Untuk itu, agar orang terdekat Anda tidak salah dalam penulisan huruf besar, Anda bisa membagikan kamus sederhana ini melalui jejaring sosial. 🙂

Terima kasih.

29 komentar di “Pedoman Penulisan Huruf Kapital (Besar) yang Benar sesuai PUEBI

  1. Techno NY says:

    Dimensi [Penggunaan] adalah dimensi yang digunakan untuk mengukur kemampuan penggunaan aktual produk dan jasa keuangan, antara lain terkait keteraturan, frekuensi dan lama penggunaan.

    Yang ditandai kurung itu menggunakan huruf besar apa kecil ?

  2. aisyah says:

    Adakah yang tahu penulisan “Return On Assets” apakah sudah benar sesuai EBI atau ada yang harus dirubah. Mungkin teman teman disini ada yang tahu dan bisa membantu..

    • Herbi says:

      Sudah saya jelaskan sebenarnya di atas.

      Jadi untuk penulisan itu yang benar adalah “koran Kompas”

      Contoh penulisan: Ayah sedang menyimak koran Kompas di ruang depan.

  3. Nisha says:

    Tahu Kediri itu sangat gurih.

    Antara tahu dengan kediri penulisannya yang salah itu yang mana? Tahu-nya itu ada di awal kalimat.

    • Herbi says:

      Sebenarnya, benar seperti itu penulisannya.
      Seperti yang telah dijelaskan di atas.
      Karena Tahu Kediri itu tahu yang berasal dari Kediri (kekhasan budaya).

      Namun jika konteksnya mencari kesalahan saya memilih kata kediri. Karena tahu kediri merupakan salah satu nama dari tahu kuning yang banyak dijumpai di Kediri. Anda bisa baca penjelasan lengkapnya wikipedia di artikel tahu kuning.

  4. Mursid dwi says:

    Bagaimana penulisan “sapi bali” pada tengah kalimat dan awal kalimat ? Apakah “s” & “b” ditulis huruf besar atau kecil ?

    Kami sudah lama bekerja di tempat bapak Salahudin.
    Antara “b” dan “S” mana yang salah ?
    Kedua kata tersebut berada di tengah kalimat

  5. Hime says:

    Untuk kalimat “Bahasa Indonesia” atau “Suku Jawa”, itu “bahasa” dan “suku” pakai huruf kecil, kapital hanya Indonesia dan Jawa nya saja. CMIIW 🙂

  6. Henry says:

    Bagaimana dengan penulisan “negara barat”? Apakah kata “barat” di sini harus memakai huruf kapital atau tidak? Terima kasih sebelumnya

    • Herbi says:

      Penulisan yang benar adalah “Negara barat” jika di depan sendiri atau “negara barat” jika di tengah kalimat. Karena tidak ada negara dengan nama barat. Tapi jika yang tertulis adalah “negara-negara barat” maka penulisan yang benar adalah “negara-negara Barat”.

  7. Rara says:

    Bagaimana dengan nama-nama pohon, merk sebuah brand, nama makanan, Gan?

    Misalnya
    1. Di depan rumahku terdapat pohon rambutan.
    2. Bapak membeli Motor Mio dari perusahaan Yamaha.
    3. Saya suka makan Soto Madura.

    Sudah benar apa keliru, ya?

  8. Yusuf says:

    Misalnya dalam surat pernyataan, surat klarifikasi atau semacamnya, semua hurufnya memakai kapital. Apakah hal tersebut diperbolehkan?

  9. Martin says:

    Ada yang tau gak kesalahn penulisannya ada pada kata mana?
    Pantai Kuta mrupakan salah satu tempat wisata di Bali, terdapat di sebelah selatan pulau Dewata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *