SEO On Page: Cara Optimasi Website untuk Search Engine

Optimasi SEO Onpage

Banyak blogger tidak tau cara melakukan Optimasi SEO on page.

Miris.

Padahal banyak artikel di internet yang membahas permasalahan SEO on page, meski hanya setengah-setengah.

Nah, jika Anda ingin belajar SEO onpage, postingan ini sangat cocok bagi Anda yang pengen langsung mencobanya.

Belajar SEO On Page

SEO onpage adalah cara optimasi website terhadap mesin pencari yang dilakukan dari dalam website itu sendiri. Maka berhasil tidaknya metode ini dipengaruhi oleh tingkat keteraturan SEO dari dalam website.

Sebagai gambaran, SEO on page tidak akan jauh-jauh dari konten, keyword, struktur website, dan tampilan.

Jadi mari kita pelajari itu pelan-pelan.

1. Pakai Permalink yang Manis

Permalink adalah salah satu hal penting yang mempengaruhi peringkat konten di hasil pencarian.

Jadi jangan heran, jika banyak Blogger dibingungkan dengan teknik optimasi SEO on page yang satu ini.

Ada beberapa poin penting dalam mengoptimalkan permalink yaitu:

  • Buatlah permalink yang pendek dan manis.
  • Letakkan keyword utama Anda di sana.
  • Jangan pakai URL yang sulit dihafalkan dan diucapkan. Contoh: pedomane.com/p/i9kaa4sd
  • Jangan pakai URL yang terlampau panjang, apalagi terpotong. Contoh: pedomane.com/2016/05/cara-mudah-membuat-dirinya-suka-pada.html

Hati-hati, jika Anda mengganti permalink konten Anda jangan lupa untuk melakukan redirect 301 agar tidak error 404.

Untuk penjelasan lebih lanjut bacalah panduan menentukan permalink konten.

2. Gunakan Format Judul Terbaik

Di halaman pencarian, judul adalah bagian yang paling mencolok.

Jika judul konten Anda tidak mampu mengundang pencari informasi untuk membacanya maka sudah pasti tidak ada yang mengunjungi konten Anda, dan pada akhirnya upaya SEO on page Anda sia-sia.

Selain menarik, Anda juga harus memperhatikan masalah algoritma mesin pencari.

Karena sering kita lihat judul yang sangat menarik tapi posisinya di mesin pencari entah di mana.

Untuk menyeimbangkan dua hal penting itu, cobalah untuk:

  1. Meletakkan keyword artikel di depan
  2. Gunakan kata yang melebih-lebihkan
  3. Gunakan kata negatif
  4. Pakailah angka untuk konten daftar

Penjelasan lebih lengkap bacalah panduan menentukan judul konten.

3. Percantik Deskripsi Penelusuran

Selain judul dan permalink, deskripsi penelusuran juga harus Anda perhatikan dalam optimasi SEO onpage.

Gunakan paling tidak 1-2 kalimat yang memuat beberapa hal penting yang terdapat di konten Anda.

Anda bisa lebih menjabarkan judul Anda, memberi kata ajakan, atau menambahkan sebuah janji. Terserah.

Karena deskripsi penelusuran memiliki porsi yang lebih besar, maka Anda jangan terjebak.

Deskripsi penelusuran juga ada batas karakternya. Jika deskripsi penelusuran Anda terlalu panjang, maka deskripsi itu akan dipotong secara otomatis.

Selain itu, di mesin pencari, terkadang deskripsi penelusuran juga diambil dari bagian dalam konten. Jadi jangan kaget jika Anda lupa mengatur deskripsi penelusuran Anda, deskripsi penelusuran itu akan terkesan ngawur.

Perbaiki itu agar pembaca semakin yakin dengan konten yang dihidangkan di website Anda.

4. Atur Heading Konten

Heading dapat Anda gunakan sebagai penanda poin-poin penting dalam sebuah postingan dan memperlihatkan struktur konten saat dilihat oleh robot Google dan manusia.

Struktur konten itu memegang peranan penting terhadap User Experience dan optimasi SEO.

Di blogger sendiri terdapat 5 jenis heading, 1 dapat diatur di template dan 4 diatur ketika membuat konten.

H1 adalah Judul halaman
H2 adalah Heading
H3 adalah Subheading
H4 adalah Minor heading
H5 adalah Normal

Ukuran besarnya huruf-huruf yang Anda heading-kan bisa Anda atur di edit HTML template.

Susunan heading yang benar, saat sedang berada di homepage: tag heading 1 adalah nama blog dan judul artikel menggunakan Heading 2.

Lalu hal itu berubah ketika masuk ke sebuah pos: H1 menjadi judul artikel dan H2 bisa Anda isi dengan judul blog, ataupun nama widget-widget.

Ingat: Dalam satu halaman blog hanya boleh terdapat 1 buah H1.

H2, H3, H4, dan seterusnya terserah berapa jumlahnya yang penting H1-nya cuma 1.

5. Lengkapi Konten dengan Multimedia

Konten tanpa multimedia itu hambar.

Jadi tambahkanlah beberapa video atau gambar agar tidak membosankan.

Selain menghibur pengunjung, multimedia itu juga bisa menggambarkan suatu konsep yang telah dijabarkan dalam artikel, menurunkan bounce rate, meningkatkan interaksi, dan mempermudah pembaca menghafal sebuah hal.

Anda bisa membuat multimedia itu sendiri atau mengambilnya di internet.

Khusus untuk gambar, Anda bisa mencari gambar bebas lisensi di situs-situs gambar bebas lisensi.

Terakhir, jangan lupa menambahkan alt dan title tag pada setiap gambar yang terposting di halaman karena mesin pencari masih belum bisa melihat data berupa gambar secara visual. Dan, jangan lupa pula untuk mengkompres gambar itu agar tidak membuat lama proses pemuatan halaman.

6. Letakkan Keyword di 100-150 Kata Pertama

Kata kunci konten Anda harus muncul di 100-150 kata-kata pertama dari konten Anda.

Contoh penggunaan kata kunci dalam pertama 100 kata.

Rahasia halaman 1 Google

Kita lihat bersama-sama, saya memakai teknik ini di salah satu saya.

Dan, kemungkinan besar Anda akan melihat gambar ini di SERP. 😉

Agar website masuk halaman satu artikel
Posisi konten “cara membuat artikel” via Google

Banyak Blogger memulai sebuah konten dengan pembukaan yang berkelok-kelok lalu meletakkan keyword yang dibidiknya jauh di bawah.

Anda jangan begitu.

7. Pakailah Template Responsif

Sejak tahun 2015, Google mulai mengedepankan situs-situs yang ramah terhadap segala gadget.

Segera cek halaman Search Console Anda dan cek bagian Mobile usability.

Paling tidak web Anda menampilkan ini.

optimasi website on page
Mobile usability, Google Search Console

Jika terdapat beberapa di situ, segera perbaiki.

Dan saya sarankan mulai sekarang Anda memakai desain template yang responsif.

Selain menjadikan situs ramah terhadap search engine, desain responsif juga meningkatkan user experience.

Jika pengunjung senang membaca di blog Anda, Anda kan juga akan senang.

Baca panduan cara ganti template blogger untuk mengetahui apa yang perlu Anda ketahui lebih lanjut mengenai template.

8. Pakailah Outbound Links

Salah satu teknik yang digunakan oleh praktisi white hat SEO, adalah memakai outbound link.

Outbound link adalah link menuju website di luar sebuah situs untuk menjelaskan sebuah konsep yang belum ada di situs tersebut.

Tidak memakai teknik ini merupakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan orang di luar sana.

Kebanyakan mereka takut kalau diberi outbound link, blog yang dibuatnya akan ditinggalkan oleh pengunjung.

Itu salah.

Justru kebalikannya.

Selama outbound link relevan dengan konten yang sedang dijelaskan maka akan meningkatkan kepercayaan pembaca terhadap blog Anda.

9. Maksimalkan Internal Link

Internal link adalah aset. Gunakan 2-3 di setiap pos.

Jika Anda ingin melihat contoh yang bagus tentang internal link, kunjungi dan periksalah Wikipedia.

internal linking di wikipedia

Mereka menambahkan link internal di setiap kata kunci yang ada untuk setiap entrinya.

Jelas, mereka bisa menambahkan 50+ link internal per halaman karena mereka adalah Wikipedia.

Untuk Anda, saya menyarankan sebuah hal yang lebih sederhana yaitu berikan 2-5 link ke konten lama setiap kali Anda mempublikasikan konten baru.

10. Tingkatkan Kecepatan Situs

Sebuah situs yang memiliki kecepatan muat yang cepat disukai oleh pembaca.

Karena pencari informasi butuh informasi secepat mungkin. Mereka tidak mau lama-lama menunggu.

Coba kita ambil contoh nyata saja,

Anda membuka sebuah situs, loadingnya lama sekali, lalu setelah Anda terbuka semuanya ternyata isinya tidak sesuai dengan yang dicari.

Pasti Anda kecewa kan? Sudah lama-lama menunggu ternyata yang Anda cari tidak ada.

Kekecewaan ini dapat diredam dengan mempercepat waktu muat situs Anda dan membuat konten yang berkualitas di blog Anda.

(Konten berkualitas dan kecepatan situs adalah optimasi SEO on page yang paling efektif.)

Oleh karena itu jika template Anda nampak terlalu berat untuk dimuat, segera ganti template blog Anda itu.

Untuk mengecek kecepatan muat situs Anda, bukalah PageSpeed insight atau GTMetrix.

Pagespeed SEO onpage
Pagespeed Insight

11. Pakailah LSI dari Google

LSI sederhananya adalah susunan kata yang merupakan sinonim dari kata kunci. LSI ini disarankan oleh Google.

LSI Google untuk SEO
Contoh LSI dari keyword “kerajinan tangan”.

Sebagai contoh kita membuat konten tentang kerajinan tangan, kita menaburkan 8 keyword yang ada di LSI pada konten untuk optimasi SEO-nya.

Namun, saya sendiri tidak tergila-gila tentang LSI karena saya biasanya menulis konten yang panjang.

(Konten panjang meningkatkan kemungkinan bahwa Anda secara alami akan menggunakan LSI.)

12. Pakailah Widget Sosial Sharing

Share konten mungkin tidak menjadi salah satu aspek dalam optimasi SEO onpage atau dengan kata lain Google tidak memperhatikan banyak share sebuah konten di media sosial untuk menentukan pemeringkatan.

Namun, dengan penyebaran konten melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Google+, atau LinkedIn bisa mendatangkan traffic baru bagi blog Anda.

Bukannya Anda menginginkan kenaikan traffic blog?

Maka, jangan malu untuk menempatkan tombol berbagi yang mencolok di situs Anda.

(Anda bisa menggunakan Sumo untuk membuat sosial sharing dengan mudah.)

14. Poskan Konten yang Lengkap

Ada sebuah pepatah “Long is Strong”

Apakah semua konten harus panjang?

Sebenarnya tidak, tapi konten yang lengkap biasanya lebih panjang.

Ini adalah data yang saya ambil dari SerpIQ.

Optimasi konten di halaman 1

Melalui grafik di atas kita melihat bahwa konten-konten yang berada di halaman satu, semuanya mengandung 2000 kata lebih.

Karena dengan artikel sepanjang itu, optimasi SEO-nya menjadi lebih ringan.

Untuk lebih tau bagaimana caranya untuk membuat konten yang lengkap dengan mudah baca panduan cara membuat konten.

Selesai!

Pada dasarnya, SEO on page adalah upaya optimasi konten.

Jadi teknik-teknik ini berkutat pada pengoptimasian halaman blog dari dalam.

Jika kita unggul di sini, maka kita siap untuk menerima traffic yang tinggi.

Nah, kalau Anda memiliki pendapat mengenai optimasi SEO On page atau Anda memiliki pertanyaan mengenai hal ini, bagikan itu melalui kolom komentar di bawah.

Dengan senang hati saya akan menanggapinya.

Tapi jika Anda enggan, cukup bagikan konten ini ke sosial media Anda. 😉

Terima kasih.

11 komentar di “SEO On Page: Cara Optimasi Website untuk Search Engine

  1. Andrie Adzkia says:

    mantab penjelasannya, detail, yang penting itu buatlah artikel yang sedang trending di search engine, bisa lewat google trends dan jangan lupa juga selalu riset keywords

  2. Seotoone says:

    Wah banyak banget nih optimasi seo on pagenya, semuanya membantu bagi newbie yang belum tau. Tapi sebenarnya semua itu sudah tidak berpengaruh terhadap SEO. Thanks atas infonya,

    • Herbi says:

      Tidak juga mas.
      Yang saya tuliskan di atas adalah faktor-faktor on page yang krusial banget, jika tidak dioptimasi dengan benar konten tidak akan bisa dinikmati oleh orang diluaran sana.

      untuk referensi lain coba baca ini perbandingan SEO

  3. Dikki Cantona Putra says:

    saya cuman memakai backlink artikel hihi banyak juga ya ternyata untuk meraih seo on page google

  4. Muhammad Auia says:

    Terimakasih informasinya gan.. kebetulan blogspot ane bermasalah dengan seo, semoga dengan tips agan, blog ane keindex di google 🙂

  5. Yusup Febriansah says:

    Thanks ya infonya… saya awalnya liat thread kamu di bersosial .. menurut saya seo On Page bisa juga pakai wordpress yang sudah terinstal Plugin SEO by Yoast.. lebih gampang menurut saya… o iya kalo cek posisi artikel kita kan sebaiknya halaman browsernya di jadiin privat dulu ms ..

    • Herbi says:

      Wah.. dari bersosial toh…
      Kalau pakai WordPress, bener pakai Yoast bisa memudahkan meng-handle aspek-aspek di atas. Tp kalau blogger terpaksa harus manual…

      Masalah ngecek posisi konten di SERP, terima kasih masukannya. Tapi sebenarnya saya sudah mencet tombol bola dunia, monggo dicek… Jadi hasilnya beda tipis sama kayak di private.

      Karena saya juga sudah sering membandingkan hasil SERP yang dengan browser private dan yang mencet bola dunia itu, hasilnya beda tipis..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *